WELCOME TO MY BLOG GUYS.... :)

Minggu, 06 Mei 2012

Study Identifikasi Serangga # BELALANG SEMBAH #

Study Identifikasi Serangga
# BELALANG SEMBAH #
(Hierodula vitrea.)


 A.  Tujuan
Untuk mengidentifikasikan serangga yang terdapat di Teluk Dalam, Samarinda.





B.  Dasar Teori
I.     Ciri-ciri Serangga
kata insecta  berasal  dari bahasa latin, yaitu insecti = serangga. Banyak anggota hewan ini sering kita jumpai disekitar kita, misalnya kupu-kupu, nyamuk, lalat, lebah, semut, capung, jangkrik, belalang, dan lebah. Ciri khususnya adalah kakinya yang berjumlah enam buah.
Karena itu pula sering juga disebut hexapoda.
Insecta dapat hidup di berbagai habitat, yaitu air tawar, laut dan darat. Hewan ini merupakan satu-satunya kelompok invertebrata yang dapat terbang. Insecta ada yang hidup bebas dan ada yang sebagai parasit.
Tubuh Insecta dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu kaput, toraks, dan abdomen. Caput   memiliki organ yang berkembang baik, yaitu adanya sepasang antena, mata majemuk (mata faset), dan mata tunggal (oseli).Insecta memiliki organ perasa disebut palpus.
Toraks terdiri dari tiga segmen atau ruas yang terlihat jelas, yaitu dari depan prothoraks, mesothoraks, dan metathoraks dan pada setiap segmen terdapat sepasang kaki, sayapnya terdapat mesothoraks dan metathoraks. Pada insekta yang bersayap sepasang, sayap belakangnya mereduksi, mengecil dan disebut halter yang berfungsi sebagai alat keseimbangan.Tubuh insekta diperkuat dengan rangka luar atau eksoskelet dari chitine.
Pada abdomen (perut) insekta ada sebelas segmen, pada stadium embrio segmen ditemukan lengkap, tetapi pada bentuk dewasa segmen dibagian poeterior menjadi alat reproduksi. Abdomen dalam bentuk dewasa tidak berkaki tetapi pada stadium larva mempunyai kaki. Pada abdomen terdapat spirakel, yaitu lubang pernapasan yang menuju tabung trakea.  Susunan kaki pada insekta terdiri-dari ruas-ruas yaitu :
a. Panggul (coxa)
b. Gelang paha (trokanter)
c. Paha (femur)
d. Ruas betis (tibia)
e. Ruas-ruas kaki (tarsus)
Insecta yang memiliki sayap pada segmen kedua dan ketiga. Bagian abdomen Insecta tidak memiliki anggota tubuh. Pada abdomennya terdapat spirakel, yaitu lubang pernapasan yang menuju tabung trakea. Trakea merupakan alat pernapasan pada Insecta. Pada abdomen juga terdapat tubula malpighi, yaitu alat ekskresi yang melekat pada posterior saluran pencernaan. Sistem sirkulasinya terbuka. Organ kelaminnya insekta berumah dua (dioseus) artinya insekta jantan dan insekta betina terpisah, alat kelaminnya terletak pada segmen terakhir dari abodemen. Fertilasi terjadi secara internal. Insekta mengalami ekdisis pada tahap tertentu selama perkembangan hidupnya.
Perkembangan Insecta dibedakan menjadi 3 :
  1. Ametabola adalah perkembangan yang hanya berupa pertambahan ukuran saja tanpa perubahan wujud. Contohnya kutu buku (lepisma saccharina)
  2. Hemimetabola adalah tahap perkembangan Insecta yang tidak sempurna, dimana Insecta muda yang menetas mirip dengan induknya, tetapi ada organ yang belum muncul, misalnya sayap. Sayap itu akan muncul hingga pada saat dewasa hewan tersebut. Insecta muda disebut nimfa. Skemanya adalah telur – nimfa (larva) – dewasa (imago). Contoh Insecta ini adalah belalang, kecoa (periplaneta americana), jangkrik (gryllus sp.), dan walang sangit (leptocorisa acuta).
  3. Holometabola adalah perkembangan Insecta dengan setiap tahap menunjukan perubahan wujud yang sanagt berbeda (sempurna).Tahapnya adalah sebagai berikut: telur – larva – pupa – dewasa. Larvanya berbentuk ulat tumbuh dan mengalami ekdisis beberapa kali. Setelah itu larva menghasilkan pelindung keras disekujur tubuhnya untuk membentuk pupa. Pupa berkembang menjadi bagian tubuh seperti antena, sayap, kaki, organ reproduksi, dan organ lainnya yang merupakan struktur Insecta dewasa. Selanjutnya, Insecta dewasa keluar dari pupa. Contoh Insecta ini adalah kupu-kupu, lalat, dan nyamuk.
Berdasarkan sayap,Insecta dibedakan menjadi 2 sub-kelas :
  1. Pertama Apterigota (tidak bersayap), tubuh apterigota berukuran kecil sekitar 0,5 cm dan memiliki antena panjang. Umumnya berkembang secara ametabola. Contoh hewan kelas ini adalah kutu buku.
  2. Kedua Pterigota (bersayap), merupakan kelompok insecta yang sayapnya berasal dari tonjolan luar dinding tubuh yang disebut Eksopterigota. Kelompok lain yang sayapnya berasal dari tonjolan dalam dinding tubuh disebut Endopterigota.
a. Eksopterigota dibedakan menjadi beberapa ordo bedasarkan tipe sayap, mulut, dan metamorfosisnya :

1) Orthoptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang sempit. Misalnya kecoa, jangkrik, dan gansir.

2)  Hemiptera memiliki dua pasang sayap yang tidak sama panjang.
Ciri-ciri lain yang dimiliki oleh ordo hemiptera adalah :
  • Mengalami metamorfosis tidak sempurna.
  • Tipe mulut menusuk dan menghisap.
Contoh : a. Kutu busuk (Cymex rotundus).
b. Walang sangit (Leptocorisa acuta).

3) Homoptera memiliki dua pasang yang sama panjang.Contohnya wereng coklat (Nilaparvata lugens), kutu daun (Aphis), dan kutu kepala (Pediculus humanus)
Odonata memiliki dua pasang sayap seperti jala.Contohnya capung (pantala).
b. Endopterigota dibedakan menjadi :
  1. Coleptera memiliki dua pasang sayap dengan sayap depan yang keras dan tebal.Misalnya kumbang tanduk (Orycies rhinoceros) dan kutu gabah (Rhyzoperta diminica)
  2. Hymenoptera memiliki dua pasang sayap yang seperti selaput, dengan sayap depan lebih besar daripada sayap belakang.Misalnya semut rangrang (Oecophylla saragillina), semut hitam (Monomorium sp.), lebah madu (Apis indica), dan tawon (Xylocopa latipes)
  3. Diptera
  • hanya memiliki satu pasang sayap depan dan sayap belakang mengalami redukasi membentuk halter (alat keseimbangan).
  • Mengalami metamorfosis sempurna.
  • Tipe mulut menusuk dan menghisap serta menjilat.
  • Memiliki  tubuh ramping.
Contoh : Nyamuk rumah (Culex pipiens), nyamuk malaria (Anopheles) lalat rumah (Musca domestica), lalat buah (Drosophila melanogaster), dan lalat tse-tse (Glossina palpalis)

4) Lepidoptera memiliki dua pasang sayap yang bersisik halus dan tipe mulut mengisap.Misalnya kupu-kupu sutera (Bombyx mori) dan kupu-kupu elang (Acherontia atropos)

II. Hubungan Serangga Dengan Manusia
Pengaruh serangga terhadap kehidupan manusia dapat positif yaitu membantu manusia tetapi dapat juga negatif, yaitu yang merugikan manusia. Kalau kita lakukan analisis valuasi ekonomi secara benar akan didapat hasil bahwa  nilai ekonomi pengaruh positif atau manfaat serangga bagi manusia jauh lebih besar daripada nilai ekonomi pengaruh negatif atau kerugian yang diakibatkan oleh serangga. Namun masyarakat sudah terlanjur melihat serangga hanya dari sisi negatif yang sangat merugikan kepentingan manusia sehingga serangga lebih sering dianggap sebagai musuh manusia yang harus dibunuh dan dimusnahkan.
Serangga memberikan pelayanan dan sumbangan pada  manusia dalam bentuk penyerbukan tanaman pertanian, menghasilkan madu, lilin, sutera, lak, dan cat. Serangga sebagai bagian organisme pengurai dan biota tanah ikut menjaga kesuburan tanah di lahan pertanian secara berkelanjutan. Serangga sebagai pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan secara hayati serta mengendalikan tanaman gulma yang tidak dikehendaki. Serangga dapat menjadi sebagai sumber pangan bagi manusia dan pakan bagi ternak. Serangga bermanfaat untuk kedokteran dan pembedahan, serta serangga sangat berguna dalam kegiatan penelitian ilmiah berbagai bidang ilmu. Serangga dengan bentuk dan warnanya yang indah memiliki nilai estetika tinggi yang memberikan inspirasi bagi para seniman dan perancang.
Program pembangunan ekonomi yang dilaksanakan Pemerintah cenderung mengarah pada keseragaman ekosistem, keseragaman pola produksi dan konsumsi, eksploitasi sumberdaya alam serta ketergantungan pada  penggunaan masukan produksi yang tidak terbarukan, mendorong peningkatan pengaruh negatif serangga bagi kehidupan manusia dan keberlanjutan pembangunan.
Pengaruh negatif tersebut antara lain dalam bentuk Peningkatan intensitas penyakit manusia yang ditularkan oleh serangga seperti malaria dan demam berdarah Dengue yang dapat menurunkan mortalitas, tingkat kesehatan dan produktivitas kerja manusia Indonesia,
Peningkatan penyakit hewan dan ternak yang ditularkan serangga yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas produksi peternakan,
Peningkatan serangan dan kerusakan hama tanaman yang dpat menurunkan kualitas dan kuantitas pangan dan produksi pertanian. Setiap tahun sekitar 30% hasil pangan dan produk-produk pertanian hilang disebabkan oleh serangan serangga hama, baik di pertanaman maupun pasca panen.

C.    Alat dan baha
1.      Alat
  • Jaring serangga
  • Toples
  • Kapas
  • Kamera
  • Steroform
  • Jarum pentul
2.      Bahan
  • Kloroform
  • Hierodula vitrea.
D.    Prosedur kerja
  1. Menyimak pengarahan yang disampaikan oleh dosen pembimbing.
  2. Mengisi toples-toples yang dibawa dengan kapas yang sebelumnya telah diberi larutan klroform.
  3. Berjalan  menuju lokasi yang telah ditentukan oleh dosen pembimbing.
  4. Menangkap serangga dengan menggunakan jaring serangga yang telah disiapkan, lalu serangga yang berhasil ditangkap dimasukkan kedalam toples.
  5. Diletakkan serangga tersebut diatas steroform, kemudian ditusuk dengan jarum pentul agar tidak bergerak.
  6. Diambil gambar masing-masing serangga dengan menggunakan kamera.
  7. Didiskusikan hasil dan gambar-gambar yang telah diambil dengan kelompok praktikum.

E.     Hasil pengamatan
Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan     : Animalia.
Filum          : Arthropoda.
Kelas          : Insecta.
Ordo          : Mantodea.
Famili         : Mantidae.
Genus         :  Hierodula.
Spesies       : Hierodula vitrea. 

F.     Pembahasan
Laporan ini bertujuan untuk mengidentifikasikan serangga yang terdapat di Teluk Dalam, kota samarinda. Sebagian besar wilayah Teluk Dalam merupakan wilayah perkebunan masyarakat sekitar yang meninggali tempat tersebut.  Selama praktikum yang dilakukan ditemukan beberapa serangga, salah satunya adalah belalang sembah. Belalang sembah dahulu dimasukkan ke dalam ordo Orthoptera bersama dengan belalang, kecoa, dan belalang ranting. Namun, versi terakhir menyatakan bahwa belalang sembah dimasukkan ke dalam ordo tersendiri, disebut Mantodea, yang hanya mempunyai satu famili, yaitu Mantidae (belalang sembah). Hampir semua spesies yang termasuk ke dalam ordo ini adalah predator atau pemangsa artropoda lain.
Bentuk belalang sembah unik, yaitu sepasang kaki depannya membesar dan berperan sebagai alat penangkap dan pencengkeram yang kuat. Deretan duri kuat dan tajam yang tumbuh pada sisi femur (paha) dan tibia belalang membuat mangsa yang tertangkap dipastikan tidak dapat melepaskan diri.
Belalang sembah mempunyai daya reproduksi cukup tinggi. Seekor belalang betina mampu meletakkan telur sebanyak 10 – 400 ekor butir yang dikemas di dalam kantung telur (ootheca) yang mirip buih yang mengeras. Nimfa yang keluar mirip dengan belalang dewasa, hanya saja mereka belum mempunyai sayap yang berkembang sempurna, dan alat reproduksi. Seekor nimfa mampu berganti kulit lima sampai 10 kali tergantung spesiesnya.
Salah satu ciri biologi paling menarik dari belalang sembah adalah perilaku kanibalisme belalang betina terhadap pasangannya, yang lazim disebut kanibalisme seksual, yaitu perilaku menyerang dan memakan individu satu spesies yang berlainan jenis kelamin. Biasanya, kanibalisme seksual dilakukan oleh organisme betina terhadap organisme jantan, meskipun pada beberapa kasus terjadi pula sebaliknya.
Ciri-cirinya sebagai berikut :
  • Belalang sembah adalah serangga-serangga yang agak bergerak lambat, besar dan memanjang yang penampilannya menakjubkan karena keanehan tungkai-tungkai depan mereka yang mengalami modifikasi, yaitu tipe tungkai raptaorial.
  • Protoraks sangat panjang dan dapat digerakkan dan menempel pada pterothoraks.
  • Koksa-koksa depan sangat panjang dan mobil, femur depan dan tibia dilengkapi dengan duri-duri yang kuat dan cocok untuk menangkap mangsa
  • Kepala dengan bebas dapat bergerak.
  • Belalang sembah adalah satu-satunya serangga yang dapat melihat ke belakang pundak mereka.
  • Serangga-serangga ini adalah pemangsa tingkat tinggi dan makan segala macam serangga dan terkadang bersifat kanibal.
  • Mereka biasanya diam dan menunggu korban mereka dengan tungkai-tungkai depan dengan posisi yang diangkat keatas.
  • Serangga ini mempunyai cara kamuflase atau penyamaran yang baik, ada yang mirip seperti daun, ranting, bunga dan sebagainya, sehingga tidak dikenali oleh mahluk yang lainnya, termasuk mangsanya.
  • belalang senbah bertelurpada musim dingin dan telur-telurnya diletakkan pada ranting-ranting atau batang-batang rumput dalam satu pembungkus telur seperti busa atau ooteka dari bahan seperti kertas yang disekresikan oleh betina. Masing-masing bungkus telur mengandung 200 atau lebih telur.
  • Belalang sembah yang betina biasanya makan yang jantan segera atau sesudah perkawinan.
  • Belalang sembah sangat berguna sebagai pengontrol biologik, sering digunakan sebagai predator dikebun-kebun untuk mengendalikan serangga-serangga hama.
  • Kekerabatan dari serangga ini dekat dengan Blattodea dan Isoptera, dan terkadang dimasukkan dalam Orthoptera

 G.    Kesimpulan dan saran
1.    Kesimpulan
Salah satu serangga yang berhasil diidentifikasi di daerah Teluk Dalam adalah belalang sembah. Belalang sembah dahulu dimasukkan ke dalam ordo Orthoptera bersama dengan belalang, kecoa, dan belalang ranting. Namun, versi terakhir menyatakan bahwa belalang sembah dimasukkan ke dalam ordo tersendiri, disebut Mantodea, yang hanya mempunyai satu famili, yaitu Mantidae (belalang sembah). Hampir semua spesies yang termasuk ke dalam ordo ini adalah predator atau pemangsa artropoda lain. Sehingga klasifikasinya adalah :
Kerajaan     : Animalia.
Filum          : Arthropoda.
Kelas           : Insecta.
Ordo           : Mantodea.
Famili          : Mantidae.
Genus         :  Hierodula.
Spesies        : Hierodula vitrea.
2.    Saran
Sebaiknya keta dapat menjaga lingkungan sekitar kita dari kerusakan agar habitat dari serangga tidak terganggu sehingga kehadiran serangga tidak berubah menjadi hama pengganggu masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA
biologipedia.blogspot.com/2010/12/insecta.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar